KINCIR AIR
Setelah sekian lama mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kincir air type roda ( kincir lintasan ), saya menemukan banyak kelemahan-kelemahan yang beberapa diantaranya adalah :
1. Jumlah air yang tumpah sebelum mencapai titik terbawah sewaktu kincir berputar cukup banyak. Akibatnya, ketinggian efektifnya berkurang banyak bahkan sampai 50 %. Hal itu disebabkan karena penempatan sudu yang tetap pada roda sehingga tidak dapat diatur saat penumpahan airnya.
2. Putaran poros kincir sangat lambat ( RPM rendah ), meskipun torsinya besar. Putaran poros juga cenderung menurun dengan bertambahnya diameter roda. Hal tersebut menimbulkan masalah ketika akan digunakan untuk memutar alat yang memerlukan putaran cukup tinggi seperti dinamo listrik. Untuk mengatasinya, biasanya digunakan gearbox ( mahal, kehilangan daya sedikit ) atau multiple puley atau multiple chain-gear ( relatih murah, kehilangan daya agak banyak )
3. Sulit dan mahal jika dibuat dengan diameter besar untuk air terjun yang tinggi. Selain itu juga menyita tempat yang luas baik dalam pemakaian apalagi dalam penyimpanan dan pengangkutan
4. Sulit untuk diproduksi secara masal karena sifatnya yang kurang fleksibel terutama dalam hal ukuran ( diameter ). Kincir dengan diameter tertentu hanya cocok untuk air terjun dengan ketinggian tertentu pula dan tidak cocok untuk ketinggian yang berbeda. Jika dipaksakan justru kurang efektif dan efisien dan bahkan mungkin tidak dapat bekerja sama sekali.
Untuk mengatasi masalah di atas, saya tidak mau terjebak dengan hanya berkutat pada pengembangan kincir air type roda yang menurut saya sudah mentok. Oleh karena itu, saya mencoba untuk mendesain kincir model lain ( type lintasan ) dengan memanfaatkan roda gigi dan rantai sepeda motor ( bekas ) untuk menggantikan fungsi roda.
Adapun langkah-langkah pembuatan kincir rantai adalah sebagai berikut ( lihat GAMBAR ) :
1. Bentuk dasar kincir terdiri atas delapan buah gir besar ( gbr no. 1 ) dan dua buah rantai panjang ( gbr no. 2 ). Setiap rantai melekat pada empat buah gir yang disusun berbentuk persegi panjang, memanjang dari atas ke bawah dengan ketinggian yang disesuaikan dengan tinggi air kerjun. Kemudian dua set gir-rantai yang bentuk dan ukurannya identik tadi dipasang sejajar.
2. Agar kedua set rantai panjang dapat berputar secara bersamaan ( sinkron ), maka perlu dibuat tambahan 2 gir kecil ( gbr no.7 ), 2 gir besar ( gbr no.8 ) dan 2 buah rantai pendek ( gbr no.4 ) sebagai penghubung kedua set gir-rantai terdahulu. Dua buah gir besar tersebut ( gbr no.8 ) masing-masing dipasang secara konsentris ( seporos ) dengan sebuah gir besar ( gbr no.1 kiri atas ) pada tiap-tiap set gir-rantai. Dua gir kecil sisanya ( gbr no.7 ) dipasang konsentris pada satu poros panjang sehingga masing-masing gir kecil tersebut sejajar dengan gir besar pasangannya di bawah ( gbr no.8 ). Pada poros panjang ini juga dapat dipasang gir besar ( gbr no.9 )atau puley yang dihubungkan dengan dinamo listrik atau alat lainnya. Setelah itu barulah dipasang rantai yang sama panjang ( gbr no.4 ) supaya sinkron. Cara sinkronisasi demikian perlu dilakukan untuk menghindari kehilangan tempat/ruang untuk bak air jika digunakan poros penghubung langsung antara dua buah gir besar yang saling berhadapan.
Catatan :
? Sinkronisasi diperlukan jika tidak mungkin menghubungkan pasangan gir-gir besar ( gbr no.1 ) dengan poros panjang. Hal itu disebabkan penggunaan gir yang diameternya lebih kecil dari pada penampang bak air. Situasi seperti ini justru paling sering terjadi karena gir besar sepeda motor yang diameternya paling besar sekalipun masih terlalu keci dibandingkan penampang bak air yang diperlukan untuk kincir yang sebenarnya.
? Jika menggunakan gir besar ( gbr no.1 ) yang diameternya lebih besar dari penampang bak air, maka sinkronisasi tidak diperlukan. Hal itu disebabkan tiap pasangan gir besar ( gbr no.1 ) dapat dihubungkan secara konsentris dengan menggunakan poros panjang tanpa menghalangi gerakan bak air ketika mencapai gir. Dengan cara tersebut, kedua set gir-rantai akan sinkron dengan sendirinya. Selain itu, juga terjadi penghematan jumlah gir, rantai, dan bearing. Penghematan bearing ini juga terjadi pada semua poros karena dengan memasang gir secara konsentris pada poros panjang berarti cukup menggunakan single bearing ( tidak perlu double bearing ) di tiap ujung poros.
3. Langkah selanjutnya adalah membuat sejumlah bak air ( gbr no.3 ). Besar-kecilnya bak air disesuaikan dengan debit air dan desain kecepatan kincir. Bak air ini dapat menggunakan ember besi atau kaleng besar atau dapat dibuat sendiri dari seng tebal, plat besi, maupun papan kayu. Yang penting bentuk, berat, dan daya tampungnya seragam supaya seimbang ketika dipasang. Pada masing-masing bak air ini dibuat cantolan dengan 2 lubang ( atas-bawah ) yang dilekatkan permanen pada satu mata rantai dengan menggunakan keling. Cantolan tersebut dipasang sedikit di atas titik berat ( central mass ) bak air ( diukur ketika bak air dalam keadaan penuh ). Dalam posisi itu, bak air akan stabil namun mudah diputar untuk menumpahkan airnya ketika telah mencapai gir bawah. Penumpahan air akan terjadi secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah karena posisi bak air yang terus mengikuti arah rantai.
Alternatif lain pemasangan bak air :
Pada masing-masing bak air dipasang mekanisme poros putar sehingga dapat berputar bebas ketika terpasang pada rantai seperti sangkar penumpang pada kincir pasar malam. Poros ini dipasang sedikit di atasnya titik berat ( central mass ) bak air ketika sedang penuh maupun kosong. Posisi itu memungkinkan bak senantiasa selalu menghadap lurus ke atas namun mudah diputar ketika akan menumpahkan isinya. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tumpahnya air sebelum waktunya dan memudahkan proses pengisian ketika bak kosong telah berada di bagiaan gir atas. Selain itu juga dipasang tuas penumpah yang berfungsi memutar bak dan menumpahkan air secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah dan tuas tertahan oleh batang penumpah. Batang penumpah ini dipasang statis untuk menahan tuas dan kemudian memaksa bak air berputar menumpahkan isinya ketika telah mencapai gir bawah.
Kelebihan kincir rantai dibandingkan kincir roda adalah :
1. Jumlah air yang tumpah percuma sedikit sehingga tenaga air dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal
2. Putaran poros kincir ( RPM ) puluhan bahkan ratusan kali lebih cepat daripada kincir roda untuk ketinggian air terjun dan kecepatan linier yang sama. Kecepatan putar poros sudah tidak perlu banyak penyesuaian dengan alat/dinamo sehingga tidak diperlukan lagi gearbox yang mahal.
3. Dapat dibuat untuk ketinggian air terjun berapa saja sesuai keadaan dan keperluan dengan hanya menambah atau mengurangi panjang rantai tanpa mengubah bentuk dan ukuran bagian lainnya. Tentu saja jumlah bak air harus disesuaikan juga supaya jarak antara bak air seragam dan relatif rapat. Dalam hal menambah panjang rantai, perlu diperhitungkan kekuatan rantai dalam menahan beban beratnya bak beserta air dan rantainya sendiri untuk mengindari rantai putus atau cepat aus. Selain itu juga harus tersedia ruang yang cukup untuk berputar ketika bak air mencapai gir bawah.
4. Dapat diproduksi secara masal karena kincir rantai yang persis sama dapat digunakan untuk air terjun dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Penyesuaian hanya diperlukan pada panjang rantai dan jumlah bak. Lebih praktis lagi jika rantai dan bak dibuat dan dijual dalam hitungan segmen ( misalnya tersedia 1, 2, 4, 8, dan 16 segmen ). Satu satuan segmen terdiri dari satu bak lengkap dengan poros, tuas penumpah, dan 2 rantai dengan jumlah ruas tertentu yang seragam. Panjang rantai tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga ketika dipasang sambung-menyambung menjadi untaian bak-bak yang rapi dan seimbang.
Disamping kelebihan, kincir rantai ini juga mempunyai kekurangan. Adapun kekurangannya antara lain :
1. Rantai dan gir akan terkena air dan terancam perkaratan sehingga cepat rusak. Hal itu dapat dikurangi dengan membuat poros bak yang lebih panjang agar jarak antara bak dan rantai cukup jauh. Rantai juga perlu dicat sebelum dipasang dan diberi pelumas ( grease ) secara rutin dan sering. Lebih baik lagi jika dipasang alat khusus untuk menghambat proses perkaratan yang bekerja secara elekro-kimia. Tentang cara kerja alat ini akan dibahas dalam tulisan tersendiri.
2. Bearing cepat rusak karena kemasukan air. Untuk mengatasi hal itu, dapat dilakukan dengan membuat dudukan bearing dari pipa yang dibuntu sebelah ujungnya dengan plat besi dan dilas. Kemudian dibuatkan seal dari karet tebal ( bisa ban bekas atau konveyor ) yang berbentuk seperti ring. Seal tersebut kemudian dipasang pada dudukan untuk menutupi bearing. Supaya kedap air, dapat diberi lem ( super glue atau epoxy ) antara seal dan dudukan bearing. Selain itu, lubang seal harus span dan agak menggigit poros. Supaya bearing dapat diberi pelumas tanpa membuka seal, maka perlu dibuatkan lubang / saluran pada dudukan bearing yang diberi penutup dari mur-baut yang dilas agar rapat tapi mudah dibuka-tutup.
3. Kurang cocok jika digunakan untuk menggerakkan penumbuk padi karena putaran poros yang cepat dengan torsi yang relatif kecil
4. Sulit dibuat untuk debit air yang cukup besar karena keterbatasan kekuatan rantai motor. Cara mengatasinya, dapat dibuat dengan rantai dan gir rangkap ( mudah ) atau dibuatkan rantai yang lebih besar ( tapi sulit ). Alternatif lain adalah menggunakan rantai talang yang banyak dijual di toko besi. Namun jika menggunakan rantai talang, perlu dibuat ’gir’ tersendiri yang cocok dengan bentuk dan ukuran rantai talang. Bentuk ’gir’ yang dapat digunakan adalah seperti ’gir’ yang digunakan pada kerekan rantai yang digerakkan dengan tangan yang banyak dijual di toko teknik dan toko perlengkapan mobil.
Kamis, 06 Juni 2013
Budidaya ikan lele
1. Ikan lele dapat hidup pada suhu 20 derajad Celcius dengan suhu optimal antara 25 sampai 28 C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26 sampai 30*C dan untuk pemijahan 24-28*C.
2. Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan lele.
Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup walaupun kondisi airnya buruk, keruh, kotor dan hanya mengandung sedikiy sekali zat O2 (oksigen)
Perairan yang baik adalah banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir
Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup (jangan menanam terlalu banyak enceng gongok)
mempunyai tingkat pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter.
5 Tips Sukses Budidaya Ikan Lele
Setelah kita ketahui syarat hidup yang dibutuhkan untuk budidaya ikan lele, setelah hal tersebut dipenuhi maka kita bisa memulai budidaya ikan lele. Berikut ini tipsnya :
1. Kenali Ikan Lele yang akan kita budidayakan
Kenali dahulu ikan lele yang anda budidayakan, jenis makanannya dan juga jenis ikannya. Ini penting dipahami sebelum melakukan budidaya ikan lele.
2. Persiapkan Kolam Ikan Lele
Persiapkan Lahan untuk Kolam. Kemudian Keruk sedalam minimal 50 cm. Setelah lahan tanah untuk kolam sudah dikeruk, buat rangka untuk terpal kolam ikan lele bisa menggunakan bambu atau rangka khusus terpal. Pastikan posisinya presisi dengan kerukan tanah tersebut. Persiapkan terpal dan masukkan kedalam kerukan kolam ikan lele tersebut. Pasang terpal secara hati-hati dan pastikan supaya terpal tidak bocor. Selanjutnya apabila sudah memastikan terpal terpasang dengan baik di kolam yang sudah dikeruk, masukkan air dan ikan lele tentunya.
3. Persiapan Air Kolam
Persiapan air kolam ini juga wajib dan berperan sangat penting, karena banyak penyakit dan tingginya angka kematian ikan lele yg penyebabnya karena kondisi air yang tidak memenuhi syarat, misalnya PH airnya, banyak pengusaha ternak ikan lele hanya sebatas mengetahui saja bahwa PH yang baik uutuk ikan lele adalah antara 7 s/d 8, tapi tidak menerapkannya. Hal ini sangat merugikan, khususnya dalam usaha budidaya ikan lele, jangan menebar benih ikan lele dengan kondisi PH yang belum memenuhi syarat, sebaiknya gunakan alat pengukur PH agar tepat. Air bisa memakai air dari sumber manasaja, dengan syarat kadar besi rendah. Kalau air PAM wajib diendapkan dulu 1-3 hari, supaya koporit menguap.
4. Pemberian Pakan
Tata cara pemberian pakan ikan lele di budidaya ikan lele sangatlah penting, karena pemberian pakan ikan lele yang salah bisa mengakibatkan pemborosan juga bisa juga membuat ikan lele menjadi mati.
5 Pengambilan & Penebaran Indukan atau Bibit Ikan Lele
Proses pengambilan & penebaran indukan atau bibit ikan lele di budidaya ikan lele harus dilakukan dangan benar, belilah benih yang baik ditempat yang sudah terpercaya. Setelah itu proses pengiriman indukan juga harus dangan cara-cara yang benar, dan lepaskan benih ikan dengan cara yang benar ke dalam kolam. Pada tahap pembenihan juga ada proses penyortiran, bibit lele yang sudah disortir sesuai dengan ukurannya akan dijual atau dimasukkan kedalam kolam pembesaran benih selanjutnya. Para pembudidaya ikan lele biasanya melakukan proses puasa pada benih lele sebelum melakukan penyortiran, hal ini juga dilakukan oleh pembudidaya ikan lele pada segmen pembesaran, para pembudidaya ikan lele di segmen pembesaran biasanya tidak langsung memberi makan pada bibit lele yang baru ditebar selama setengah hari, bibit lele yang ditebar & langsung diberi pakan lebih rentan terserang penyakit & mengalami kematian.
Nah itu tadi bahasan tentang tips sukses budidaya ikan lele semoga bermanfaat.
2. Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan lele.
Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup walaupun kondisi airnya buruk, keruh, kotor dan hanya mengandung sedikiy sekali zat O2 (oksigen)
Perairan yang baik adalah banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir
Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup (jangan menanam terlalu banyak enceng gongok)
mempunyai tingkat pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter.
5 Tips Sukses Budidaya Ikan Lele
Setelah kita ketahui syarat hidup yang dibutuhkan untuk budidaya ikan lele, setelah hal tersebut dipenuhi maka kita bisa memulai budidaya ikan lele. Berikut ini tipsnya :
1. Kenali Ikan Lele yang akan kita budidayakan
Kenali dahulu ikan lele yang anda budidayakan, jenis makanannya dan juga jenis ikannya. Ini penting dipahami sebelum melakukan budidaya ikan lele.
2. Persiapkan Kolam Ikan Lele
Persiapkan Lahan untuk Kolam. Kemudian Keruk sedalam minimal 50 cm. Setelah lahan tanah untuk kolam sudah dikeruk, buat rangka untuk terpal kolam ikan lele bisa menggunakan bambu atau rangka khusus terpal. Pastikan posisinya presisi dengan kerukan tanah tersebut. Persiapkan terpal dan masukkan kedalam kerukan kolam ikan lele tersebut. Pasang terpal secara hati-hati dan pastikan supaya terpal tidak bocor. Selanjutnya apabila sudah memastikan terpal terpasang dengan baik di kolam yang sudah dikeruk, masukkan air dan ikan lele tentunya.
3. Persiapan Air Kolam
Persiapan air kolam ini juga wajib dan berperan sangat penting, karena banyak penyakit dan tingginya angka kematian ikan lele yg penyebabnya karena kondisi air yang tidak memenuhi syarat, misalnya PH airnya, banyak pengusaha ternak ikan lele hanya sebatas mengetahui saja bahwa PH yang baik uutuk ikan lele adalah antara 7 s/d 8, tapi tidak menerapkannya. Hal ini sangat merugikan, khususnya dalam usaha budidaya ikan lele, jangan menebar benih ikan lele dengan kondisi PH yang belum memenuhi syarat, sebaiknya gunakan alat pengukur PH agar tepat. Air bisa memakai air dari sumber manasaja, dengan syarat kadar besi rendah. Kalau air PAM wajib diendapkan dulu 1-3 hari, supaya koporit menguap.
4. Pemberian Pakan
Tata cara pemberian pakan ikan lele di budidaya ikan lele sangatlah penting, karena pemberian pakan ikan lele yang salah bisa mengakibatkan pemborosan juga bisa juga membuat ikan lele menjadi mati.
5 Pengambilan & Penebaran Indukan atau Bibit Ikan Lele
Proses pengambilan & penebaran indukan atau bibit ikan lele di budidaya ikan lele harus dilakukan dangan benar, belilah benih yang baik ditempat yang sudah terpercaya. Setelah itu proses pengiriman indukan juga harus dangan cara-cara yang benar, dan lepaskan benih ikan dengan cara yang benar ke dalam kolam. Pada tahap pembenihan juga ada proses penyortiran, bibit lele yang sudah disortir sesuai dengan ukurannya akan dijual atau dimasukkan kedalam kolam pembesaran benih selanjutnya. Para pembudidaya ikan lele biasanya melakukan proses puasa pada benih lele sebelum melakukan penyortiran, hal ini juga dilakukan oleh pembudidaya ikan lele pada segmen pembesaran, para pembudidaya ikan lele di segmen pembesaran biasanya tidak langsung memberi makan pada bibit lele yang baru ditebar selama setengah hari, bibit lele yang ditebar & langsung diberi pakan lebih rentan terserang penyakit & mengalami kematian.
Nah itu tadi bahasan tentang tips sukses budidaya ikan lele semoga bermanfaat.
budidaya jangkrik
Budidaya burung saat ini memang sedang marak, maka permintaan jangkrik sebagai salah satu makanan burung juga meningkat. Dengan itu maka prospek budidaya jangkrik semakin cerah dengan tingginya permintaan akan permintaan jangkrik di pasaran, karena banyak daerah yang kekurangan akan pasokan jangkrik sebagai pakan ternak burung. Disini saya akn memberikan sedikit tentang cara ternak jangkrik, semoga bermanfaat.
Pembuatan Kandang Jangkrik
Tahap awal dalam budidaya jangkrik adalah persiapan kandang. Kandang yang baik adalah kandang yang :
Jangkrik terhindar dari pemangsa
Mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
Menjadikan Kandang yang nyaman untuk jangkrik,
Pastikan sirkulasi udaranya bagus,
Memudahkan pada saat pemanenan.
Jangan terkena sinar matahari langsung.
Sekarang kita memasuki Pembuatan , bahan dan bentuk kandang jangkrikyang saya buat sekarang :
Bahan-Bahan Pembuatan kandang Jangkrik :
1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll
Proses pembuatan Kandang jangkrik:
Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 CmTinggi = 120 Cm
Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah , perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut , alternatif lain silahkan beri Lem tikus.
Lokasi peternakan sebaiknya :
Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll.
Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya
Cara Menetaskan Telur Jangkrik
class="fullpost" style="display: inline;">
Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm. Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik ( berisi sekitar 2500-3000 butir ).
A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.
B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).
Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetao lembab.
Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :
1. Menjaga Kelembaban ruangan.
2. Memperhatikan Pakan Nimfa.
3. Memberi penghangat.
4. Memberikan Inisial / tanda
5. Menjaga kebersihan lingkungan.
Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.
Ada 5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :
Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa ( jangkrik yang baru menetas ) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik , biasaanya untuk nimfa saya berikan ( Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau ) tinggal dikombinasikan bergantian .
Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.
Pembuatan Kandang Jangkrik
Tahap awal dalam budidaya jangkrik adalah persiapan kandang. Kandang yang baik adalah kandang yang :
Jangkrik terhindar dari pemangsa
Mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
Menjadikan Kandang yang nyaman untuk jangkrik,
Pastikan sirkulasi udaranya bagus,
Memudahkan pada saat pemanenan.
Jangan terkena sinar matahari langsung.
Sekarang kita memasuki Pembuatan , bahan dan bentuk kandang jangkrikyang saya buat sekarang :
Bahan-Bahan Pembuatan kandang Jangkrik :
1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll
Proses pembuatan Kandang jangkrik:
Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 CmTinggi = 120 Cm
Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah , perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut , alternatif lain silahkan beri Lem tikus.
Lokasi peternakan sebaiknya :
Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll.
Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya
Cara Menetaskan Telur Jangkrik
class="fullpost" style="display: inline;">
Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm. Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik ( berisi sekitar 2500-3000 butir ).
A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.
B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).
Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetao lembab.
Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :
1. Menjaga Kelembaban ruangan.
2. Memperhatikan Pakan Nimfa.
3. Memberi penghangat.
4. Memberikan Inisial / tanda
5. Menjaga kebersihan lingkungan.
Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.
Ada 5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :
Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa ( jangkrik yang baru menetas ) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik , biasaanya untuk nimfa saya berikan ( Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau ) tinggal dikombinasikan bergantian .
Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.
Indukan ikan nila unggulan
Indukan Ikan Nila Unggulan
Ikan nila adalah ikan yang aslinya berasal dari sungai nil dan perairan sekitarnya. Ikan ini termasuk mudah dibudidayakan. Di Indonesia ikan nila termasuk komoditas unggulan dan pembudidayaanya berkembang cukup baik. Saat ini, ikan nila telah dibudidayakan di kolam, jaring apung, karamba dan sawah. Ikan nila termasuk ikan yang memiliki daya tahan hidup yang cukup baik diberbagai perairan karena itu ikan nila dapat pula dibudidayakan di tambak. Perkembangan budidaya ikan nila yang cukup baik ini, juga didukung banyaknya penelitian tentang ikan nila sehingga menghasilkan banyak ikan-ikan nila unggulan.
Sejak awal, ketika di introduksi dari luar negeri ikan ini telah mengalami perkembangan. Ada banyak ikan nila indukan unggul yang telah dihasilkan oleh para peneliti maupun periset. Berikut ini antara lain indukan ikan nila unggulan yang telah dirilis, yaitu :
Nila JICA
Ikan nila JICA merupakan hasil pengembangan riset oleh Balai Besar Budidaya Air Tawar Jambi, dengan merekayasa genetic ikan nila. Ikan nila untuk riset didatangkan dari lembaga riset Kagoshima Fisheries Research Station di Jepang. Oleh karena penelitian ikan ini dibantu sepenuhnya oleh JICA (Japan for International Cooperation Agency) sebuah lembaga donor Pemerintah Jepang maka ikan nila hasil penelitian ini dinamakan Nila JICA. Ikan nila hasil pengembangan BBAT Jambi ini sangat disukai oleh pembudidaya karena pertumbuhannya yang cepat dan disukai oleh masyarakat.
Nila Nirwana
Ikan nila Nirwana merupakan ikan hasil pengembangan dari Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat. Nirwana merupakan singkatan dari Nila Ras Wanayasa. Kelebihan ini nila jenis ini dibandingkan dengan nila biasa, yaitu :
1. Pertumbuhannya yang cepat. Dalam waktu enam bulan dapat mencapai bobot 1 kilogram
2. Bentuk tubuh lebih lebar dan kepala lebih pendek
3. Struktur daging lebih tebal
Nila Jatimbulan
Ikan nila jenis ini merupakan hasil perekayasaan yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis PBAT Umbulan yang terletak di Pasuruan Jawa Timur. Keunggulan ikan nila jenis ini adalah pertumbuhannya yang lebih cepat dibandingkan dengan nila biasa dan struktur dagingnya yang lebih kenyal.
Nila Larasati
style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;">
Larasati adalah singkatan dari Nila Merah Strain Janti. Larasati merupakan nila hasil perekayasaan yang dilakukan PBIAT Janti, Klaten. Ikan ini merupakan persilangan antara nila hitam dengan nila merah. Keunggulan ikan nila larasati ini adalah 1) Pertumbuhannya seperti nila merah sedangkan reaksi pakannya seperti nila hitam; 2) Pemeliharaan lebih cepat; 3) Dagingnya lebih banyak; dan 4) Kematian lebih sedikit
Nila BEST
Nila BEST merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar di Bogor Jawa barat. BEST adalah singkatan dari Bogor Enhanced Strain Tilapia. Karakteristik ikan nila BEST ini adalah :
1. Tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem
2. Pertumbuhan lebih cepat
3. Memiliki telur 3 – 5 kali lebih banyak dibandingkan ikan nila lainnya
4. Larva yang dihasilkan relatif lebih besar
5. Tahan terhadap penyakit
6. Tingkat hidup di atas 90%
Nila Gesit
Nila Gesit adalah ikan nila hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Jawa Barat. Gesit juga merupakan singkatan, yaitu Genetically Supermale Indonesia Tilapia. Karakteristik Ikan nila Gesit, yaitu :
1. Benih yang dihasilkan 90% adalah nila jantan
2. Pertumbuhan 30% lebih cepat
3. Suhu optimum pertumbuhan adalah 25 derajat celcius
4. Kebal terhadap penyakit
5. Lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan ikan nila yang menggunakan hormon.
Ikan nila adalah ikan yang aslinya berasal dari sungai nil dan perairan sekitarnya. Ikan ini termasuk mudah dibudidayakan. Di Indonesia ikan nila termasuk komoditas unggulan dan pembudidayaanya berkembang cukup baik. Saat ini, ikan nila telah dibudidayakan di kolam, jaring apung, karamba dan sawah. Ikan nila termasuk ikan yang memiliki daya tahan hidup yang cukup baik diberbagai perairan karena itu ikan nila dapat pula dibudidayakan di tambak. Perkembangan budidaya ikan nila yang cukup baik ini, juga didukung banyaknya penelitian tentang ikan nila sehingga menghasilkan banyak ikan-ikan nila unggulan.
Sejak awal, ketika di introduksi dari luar negeri ikan ini telah mengalami perkembangan. Ada banyak ikan nila indukan unggul yang telah dihasilkan oleh para peneliti maupun periset. Berikut ini antara lain indukan ikan nila unggulan yang telah dirilis, yaitu :
Nila JICA
Ikan nila JICA merupakan hasil pengembangan riset oleh Balai Besar Budidaya Air Tawar Jambi, dengan merekayasa genetic ikan nila. Ikan nila untuk riset didatangkan dari lembaga riset Kagoshima Fisheries Research Station di Jepang. Oleh karena penelitian ikan ini dibantu sepenuhnya oleh JICA (Japan for International Cooperation Agency) sebuah lembaga donor Pemerintah Jepang maka ikan nila hasil penelitian ini dinamakan Nila JICA. Ikan nila hasil pengembangan BBAT Jambi ini sangat disukai oleh pembudidaya karena pertumbuhannya yang cepat dan disukai oleh masyarakat.
Nila Nirwana
Ikan nila Nirwana merupakan ikan hasil pengembangan dari Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat. Nirwana merupakan singkatan dari Nila Ras Wanayasa. Kelebihan ini nila jenis ini dibandingkan dengan nila biasa, yaitu :
1. Pertumbuhannya yang cepat. Dalam waktu enam bulan dapat mencapai bobot 1 kilogram
2. Bentuk tubuh lebih lebar dan kepala lebih pendek
3. Struktur daging lebih tebal
Nila Jatimbulan
Ikan nila jenis ini merupakan hasil perekayasaan yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis PBAT Umbulan yang terletak di Pasuruan Jawa Timur. Keunggulan ikan nila jenis ini adalah pertumbuhannya yang lebih cepat dibandingkan dengan nila biasa dan struktur dagingnya yang lebih kenyal.
Nila Larasati
style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;">
Larasati adalah singkatan dari Nila Merah Strain Janti. Larasati merupakan nila hasil perekayasaan yang dilakukan PBIAT Janti, Klaten. Ikan ini merupakan persilangan antara nila hitam dengan nila merah. Keunggulan ikan nila larasati ini adalah 1) Pertumbuhannya seperti nila merah sedangkan reaksi pakannya seperti nila hitam; 2) Pemeliharaan lebih cepat; 3) Dagingnya lebih banyak; dan 4) Kematian lebih sedikit
Nila BEST
Nila BEST merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar di Bogor Jawa barat. BEST adalah singkatan dari Bogor Enhanced Strain Tilapia. Karakteristik ikan nila BEST ini adalah :
1. Tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem
2. Pertumbuhan lebih cepat
3. Memiliki telur 3 – 5 kali lebih banyak dibandingkan ikan nila lainnya
4. Larva yang dihasilkan relatif lebih besar
5. Tahan terhadap penyakit
6. Tingkat hidup di atas 90%
Nila Gesit
Nila Gesit adalah ikan nila hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Jawa Barat. Gesit juga merupakan singkatan, yaitu Genetically Supermale Indonesia Tilapia. Karakteristik Ikan nila Gesit, yaitu :
1. Benih yang dihasilkan 90% adalah nila jantan
2. Pertumbuhan 30% lebih cepat
3. Suhu optimum pertumbuhan adalah 25 derajat celcius
4. Kebal terhadap penyakit
5. Lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan ikan nila yang menggunakan hormon.
Cara menginstal driver manual
Sesuai request beberapa pengunjung, sekarang kami coba untuk share bagaimana cara menginstall driver secara manual melalui device manager pada Windows. Cara ini biasa dilakukan jika secara kebetulan driver yang anda miliki tidak disertai dengan file EXE (Executable) yang tinggal klik langsung jalan. File driver tersebut biasa berupa file INF dan file DLL yang berisi informasi dan database agar perangkat/device bisa dikenali oleh Windows.
Share kali ini juga bisa digunakan untuk mengembalikan driver yang sudah di backup menggunakan software DriverMax. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel Cara Mudah Backup Driver Windows Menggunakan DriverMax. Lebih jelasnya ikuti petunjuk di bawah ini:
Buka Properties Komputer. Kalau di Windows XP, klik kanan My Computer dan pilih Properties. Kalau di Windows 7, klil tombol Start, Pilih Computer, klik kanan dan pilih Properties.
Selanjutnya, klik tombol Device Manager.
Klik kanan salah satu device yang drivernya belum teinstall dengan sempurna dan lanjutkan dengan memilih Update Driver.
Pada bagian Welcome to the Hardware Update Wizard, pilih Yes this time only dan lanjutkan dengan klik tombol Next.
Selanjutnya, pilih Install from list or specific location (Advanced) yang diikuti dengan klik tombol Next.
Pada bagian Please choose your search and installation options, klik tombol Browse dan pilih di mana lokasi di mana anda menyimpan file driver.
Setelah lokasi file driver sudah ketemu, lanjukan dengan klik tombol OK yang diikuti dengan tombol Next. Pastikan anda sudah memilih folder yang tepat sebelum melanjutkan proses install driver.
Tunggu sampai proses selesai dan terakhir klik tombol Finish.
Jika komputer/notebook anda meminta restart, ikuti saja prosesnya agar keseluruhan proses update bsia berjalan dengan maksimal.
Sekarang, dengan pedoman ini anda tidak akan kebingungan lagi jika harus menginstall driver secara manual.
Selain itu, seperti pada keterangan sebelumnya, cara ini juga bisa digunakan untuk menginstall driver dari file backup driver yang dihasilakn oleh DriverMax. Yang perlu diperhatikan, arahkan folder driver pada lokasi di mana anda menyimpan file driver. Jika anda salah memilih, anda bisa mengulanginya lagi sampai driver bisa terinstall dengan baik.
Selamat mencoba dan semoga berhasil.
Share kali ini juga bisa digunakan untuk mengembalikan driver yang sudah di backup menggunakan software DriverMax. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel Cara Mudah Backup Driver Windows Menggunakan DriverMax. Lebih jelasnya ikuti petunjuk di bawah ini:
Buka Properties Komputer. Kalau di Windows XP, klik kanan My Computer dan pilih Properties. Kalau di Windows 7, klil tombol Start, Pilih Computer, klik kanan dan pilih Properties.
Selanjutnya, klik tombol Device Manager.
Klik kanan salah satu device yang drivernya belum teinstall dengan sempurna dan lanjutkan dengan memilih Update Driver.
Pada bagian Welcome to the Hardware Update Wizard, pilih Yes this time only dan lanjutkan dengan klik tombol Next.
Selanjutnya, pilih Install from list or specific location (Advanced) yang diikuti dengan klik tombol Next.
Pada bagian Please choose your search and installation options, klik tombol Browse dan pilih di mana lokasi di mana anda menyimpan file driver.
Setelah lokasi file driver sudah ketemu, lanjukan dengan klik tombol OK yang diikuti dengan tombol Next. Pastikan anda sudah memilih folder yang tepat sebelum melanjutkan proses install driver.
Tunggu sampai proses selesai dan terakhir klik tombol Finish.
Jika komputer/notebook anda meminta restart, ikuti saja prosesnya agar keseluruhan proses update bsia berjalan dengan maksimal.
Sekarang, dengan pedoman ini anda tidak akan kebingungan lagi jika harus menginstall driver secara manual.
Selain itu, seperti pada keterangan sebelumnya, cara ini juga bisa digunakan untuk menginstall driver dari file backup driver yang dihasilakn oleh DriverMax. Yang perlu diperhatikan, arahkan folder driver pada lokasi di mana anda menyimpan file driver. Jika anda salah memilih, anda bisa mengulanginya lagi sampai driver bisa terinstall dengan baik.
Selamat mencoba dan semoga berhasil.
meramu pakan supaya ikan lele cepat besar
MERAMU PAKAN UNTUK PEMBESARAN LELE

Sejak krisis ekonomi tahun 1998,
kebutuhan ikan lele meningkat dengan cukup pesat. Sebab konsumen daging sapi
banyak yang baralih ke daging ayam, sementara konsumen daging ayam banyak yang
pindah ke ikan. Dan ikan yang paling banyak diminta konsumen adalah lele. Sebab
dibanding dengan ikan mas, nila dan patin, maka harga lele termasuk paling
rendah. Lebih-lebih dengan gurami. Harga per kg. ikan mas saat ini Rp 15.000,-
ditingkat konsumen. Sementara hargalele hanya Rp 9.000,- dan gurami mencapai Rp
25.000,- per kg. Produksi ikan lele, sebagimana halnya ikan mas, sudah
merupakan agroindustri. Pola spesifikasi hulu tengah hilir sudah berjalan cukup
baik. Pada bagian hulu ada industri pakan dan pembenihan. Di bagian tengah pembesaran
ikan konsumsi dan pemeliharaan calon induk, serta di bagian hilir hanyalah
sebatas distribusi dan perdagangan. Sebab daging ikan lele tidak lazim diolah
dan diawetkan. Konsumsi ikan lele hanyalah sebatas segar (hidup) untuk digoreng
(termasuk pecel lele) atau dimasak basah (mangut).
Industri hulu pembenihan lele,
dibagi menjadi tiga spesifikasi. Pertama produsen burayak, yakni anak ikan
ukuran di bawah 1 cm. Pada bagian ini, peternak akan melakukan pemijahan induk
secara buatan, menetaskan telur di akuarium, kemudian membesarkan anak ikan
dalam bak-bak pembesaran sampai mencapai ukuran sekitar 1 cm. Burayak ini
selanjutnya akan dibesarkan dalam bak-bak berukuran lebih besar sampai mencapai
ukuran kebul, yakni benih ikan berukuran antara 1 sd. 3 cm. Selanjutnya kebul
akan dibesarkan lagi dalam kolam atau bak yang berukuran lebih besar lagi,
hingga mencapai ukuran antara 3 sd 5 cm. yang disebut sebagai putihan. Saat ini
putihan lele banyak yang berukuran 7,5 sd. 10 cm. Hingga pembesaran lele konsumsi
bisa dipersingkat antara 1 sd. 3 bulan saja. Yang dimaksud sebagai bak
pembesaran, bukanlah bak permanen dari batu bata dan semen atau beton. Bak
tersebut hanya berupa batu bata yang ditata membujur sebagai dinding setinggi
50 cm, hingga membentuk segi empat dengan ukuran sesuai volume benih yang akan
dibesarkan. Kadang-kadang dinding bak tersebut hanya berupa papan yang
diperkuat kaso. Sebagai dasar bak, dihamparkan pasir yang kemudian diratakan
serta dipadatkan. Bak darurat itu lalu dilapis plastik.
Air yang digunakan hanyalah air sumur biasa, air dari kali atau sumber air lainnya. Peralatan yang sangat penting adalah pompa sedot yang dihubungkan dengan filter. Air dalam bak darurat itu harus bersirkulasi dengan bantuan pompa, masuk ke dalam filter untuk menyaring kotoran lalu dikembalikan ke dalam bak. Teknologi ini sudah biasa dipergunakan oleh penangkar benih ikan dalam menangani air akuarium. Juga digunakan dalam kolam-kolam taman di perumahan. Praktis, investasi bak demikian sangat murah. Nilai paling tinggi hanyalah pada plastik dan pompa. Satu petak bak ukuran 3 X 5 m. misalnya, hanya akan menghabiskan biaya sekitar Rp 50.000,- apabila kita membangun minimal 5 petakan. Pompa berikut filternya sekitar Rp 250.000,- yang bisa digunakan untuk sirkulasi bagi 5 petak kolam tersebut. Hingga investasi tiap petaknya hanya sekitar Rp 100.000,- Komponen biaya paling tinggi dalam industri peternakan dan perikanan adalah pakan. Apabila peternak menggunakan pakan buatan dari toko, nilainya bisa mencapai 70% dari seluruh komponen biaya. Saat ini harga pakan buatan sudah sekitar Rp 2.500,- per kg. Karenanya, para peternak lele biasanya memilih menggunakan pakan ramuan sendiri hingga marjin yang diperoleh bisa lebih besar dibanding penggunaan pakan buatan pabrik.
Air yang digunakan hanyalah air sumur biasa, air dari kali atau sumber air lainnya. Peralatan yang sangat penting adalah pompa sedot yang dihubungkan dengan filter. Air dalam bak darurat itu harus bersirkulasi dengan bantuan pompa, masuk ke dalam filter untuk menyaring kotoran lalu dikembalikan ke dalam bak. Teknologi ini sudah biasa dipergunakan oleh penangkar benih ikan dalam menangani air akuarium. Juga digunakan dalam kolam-kolam taman di perumahan. Praktis, investasi bak demikian sangat murah. Nilai paling tinggi hanyalah pada plastik dan pompa. Satu petak bak ukuran 3 X 5 m. misalnya, hanya akan menghabiskan biaya sekitar Rp 50.000,- apabila kita membangun minimal 5 petakan. Pompa berikut filternya sekitar Rp 250.000,- yang bisa digunakan untuk sirkulasi bagi 5 petak kolam tersebut. Hingga investasi tiap petaknya hanya sekitar Rp 100.000,- Komponen biaya paling tinggi dalam industri peternakan dan perikanan adalah pakan. Apabila peternak menggunakan pakan buatan dari toko, nilainya bisa mencapai 70% dari seluruh komponen biaya. Saat ini harga pakan buatan sudah sekitar Rp 2.500,- per kg. Karenanya, para peternak lele biasanya memilih menggunakan pakan ramuan sendiri hingga marjin yang diperoleh bisa lebih besar dibanding penggunaan pakan buatan pabrik.
Biasanya, para peternak akan meramu
pakan yang terdiri dari dedak halus (bekatul) 20%, ampas tahu 20%, menir atau
jagung giling 20%, dan ayam broiller mati yang dibeli borongan di peternakan
ayam atau ikan rucah yang dibeli di TempatPelelangan Ikan (TPI) sebanyak 35%,
tepung tapioka 5% dan vitamin C serta B Complex. Ayam broiller atau ikan tadi
dibersihkan dan hanya diambil dagingnya. Tulang, jeroan serta kulit dibuang.
Selanjutnya bahan-bahan itu digiling menggunakan gilingan daging manual.
Hasilnya berupa adonan yang liat. Adonan dibentuk lempengan seperti pempek
Palembang lalu dikukus sampai benar-benar masak. Tanda kemasakan adalah,apabila
ditusuk, sudah tidak ada bagian yang berwarna keputih-putihan. Pakan ramuan
sendiri inilah yang dijadikan menu sehari-hari lele tersebut. Baik yang masih
berupa burayak, kebul, putihan maupun lele konsumsi. Bedanya, pada pakan
burayak, komposisi protein hewaninya diperbesar menjadi 50% dengan ditambah
kuning telur. Telur-telur ini pun merupakan telur afkir yang kondisinya masih
bagus, yang dibeli di pengusaha penetasan telur ayam maupun itik. Dedak halus,
ampas tahu dan menir atau jagungnya dikurangi hingga masing-masing tinggal 15%.
Pakan berupa "kue kukus"
tersebut bisa tahan disimpan di kulkas sampai dengan 1 minggu. Hingga produksi
pakan yang sangat merepotkan ini bisa dilakukan selang 1 minggu sekali, 3 hari
sekali atau sesuai dengan kesempatan dan kebutuhan. Cara pemberian pakan cukup
dengan ditaruh dalam tampah, nyiru atau nampan kayu dan dimasukkan ke dalam bak
atau kolam. Tampah, nyiru atau kotak kayu ini dibuat tiga susun. Tampah
paling bawah berukuran paling besar, yang ditengah tanggung dan yang di atas
paling kecil. Tiga tampah ini diikat kawat dengan jarak sekitar 15 cm. dan
diberi gantungan untuk mengikatkannya di tiang pancang, hingga tampah paling
atas hanya masuk ke dalam air sebatas 10 sd. 20 cm. Pakan hanya ditaruh pada
tampah bagian atas. Tetapi karena lele itu akan makan secara berebutan, maka
pakan akan berhamburan dan jatuh pada tampah kedua. Di sini pun pakan
diperebutkan dan kembali berhamburan. Tetapi karena pakan di tampah kedua hanya
merupakan ceceran dari tampah diatasnya, maka yang jatuh ke tampah ketiga pun
volumenya terbatas.
Dengan cara tersebut, pakan yang jatuh dan masuk ke dalam kolam bisa diminimalkan. Burayak, kebul, putihan atau lele di kolam pembesaran itu akan langsung berebutan setiapkali pakan disajikan. Porsi pemberiannya harus pas. Cara untuk mengukur kebutuhan pakan adalah dengan menaruh pakan sedikit demi sedikit. Kalau pakan yang ditaruh habis, berarti perlu ditaruh sedikit lagi. Demikian seterusnya sampai anak lele atau lele konsumsi di kolam pembesaran itu tidak mau makan lagi. Setelah lele kenyang, maka tempat pakan itu diangkat agar pakan yang tersisa tidak mencemari kolam. Pemberian pakan harus dilakukan sesering mungkin. Dalam sehari, pemberian pakan bisa berlangsung empat sampai lima kali. Keterlambatan pemberian pakan, juga pemberian pakan dengan frekuansi hanya dua sampai tiga kali, akan mengakibatkan sebagian lele mengalami kelambatan pertumbuhan, sementara sebagian lain akan tumbuh dengan sangat pesat. Akibatnya akan terjadi kanibalisme. Lele yang kontet menjadi mangsa lele yang pertumbuhannya sangat pesat. Individu lele yang sering melakukan kanibal, akan tumbuh lebih pesat lagi hingga potensial untuk memangsa teman-temannya lebih banyak lagi.
Dengan cara tersebut, pakan yang jatuh dan masuk ke dalam kolam bisa diminimalkan. Burayak, kebul, putihan atau lele di kolam pembesaran itu akan langsung berebutan setiapkali pakan disajikan. Porsi pemberiannya harus pas. Cara untuk mengukur kebutuhan pakan adalah dengan menaruh pakan sedikit demi sedikit. Kalau pakan yang ditaruh habis, berarti perlu ditaruh sedikit lagi. Demikian seterusnya sampai anak lele atau lele konsumsi di kolam pembesaran itu tidak mau makan lagi. Setelah lele kenyang, maka tempat pakan itu diangkat agar pakan yang tersisa tidak mencemari kolam. Pemberian pakan harus dilakukan sesering mungkin. Dalam sehari, pemberian pakan bisa berlangsung empat sampai lima kali. Keterlambatan pemberian pakan, juga pemberian pakan dengan frekuansi hanya dua sampai tiga kali, akan mengakibatkan sebagian lele mengalami kelambatan pertumbuhan, sementara sebagian lain akan tumbuh dengan sangat pesat. Akibatnya akan terjadi kanibalisme. Lele yang kontet menjadi mangsa lele yang pertumbuhannya sangat pesat. Individu lele yang sering melakukan kanibal, akan tumbuh lebih pesat lagi hingga potensial untuk memangsa teman-temannya lebih banyak lagi.
Harga dedak halus, saat ini Rp 800,-
per kg. (kering). Harga ampas tahu sekitar Rp 150,- (basah). Harga ayam mati Rp
1.000,- per ekor bobot 1,5 kg. kotor atau 0,75 kg.daging. Menir atau
jagung giling Rp 1.500,- per kg. Tepung tapioka Rp 2.000,- per kg.
Vitamin-vitamin senilai Rp 50,- per kg. ramuan. Dengan komposisi dedak halus,
ampas tahu dan menir 20%, ayam 35% dan tepung tapioka 5%, maka nilai pakan
dengan bobot 10 kg adalah Rp 10.900,- atau per kg. basah Rp 1.140,- Biaya
produksi (tenaga kerja + bahan bakar) sekitar Rp 200,- per kg. Hingga total
nilai pakan Rp 1.340,- bobot basah atau bobot kering Rp 2 000,- Dengan asumsi
harga pakan pabrik Rp 2.500,- per kg, maka harga pakan ramuan sendiri ini lebih
murah Rp 500,- per kg. Harga lele di tingkat peternak, saat ini Rp 5.500,- dari
harga tersebut, peternak mengambil marjin sekitar 20%, hingga harga pokoknya Rp
4.400,- Dari harga pokok tersebut, sekitar 70% atau Rp 3.080,- merupakan nilai
pakan. Harga ini menggunakan patokan perhitungan pakan pabrik dengan
bobot 1,232 kg. Apabila menggunakan pakan ramuan sendiri dengan nilai Rp
2.000,-per kg, maka nilai pakan itu hanya Rp 2.464,- Berarti, dari tiap kg.
ikan lele yang diproduksi menggunakan pakan ramuan sendiri, peternak
memperloleh tambahan marjin Rp 616,- Dengan volume pembesaran lele 10 ton dalam
jangka waktu 3 bulan, maka marjin tambahan yang bisa diperoleh peternak dari
penggunaan pakan tambahan adalah Rp 6.160.000,-
Perhitungan ramuan pkan dengan
konversinya pasti akan sangat bervariasi, tergantung lokasi peternakan dan
kejelian peternak untuk memperolehbahan pakan yang berkualitas sama baik tetapi
dengan harga yang jauh lebih murah. Kelebihan penggunaan pakan buatan sendiri
adalah, peternak bisa mengatur komposisi protein hewani maupun nabatinya,
sesuai dengan ketersediaan bahan yang ada. Peternak juga bisa mempertinggi
prosentase protein hewaninya agar pertumbuhan lele bisa dipercepat, namun tanpa
terlalu besar menambah beban biaya pakan akibat pembengkakan nilai protein
hewani terebut. Ini semua memerlukan kejelian yang luarbiasa, hingga keong
sawah atau darat, kepompong ulat sutera dan cacing tanah misalnya, akan mampu
memperbesar marjin. Pemeliharaan cacing tanah, paling tinggi hanya boleh
menghabiskan biaya produksi Rp 2.000 per kg. Ini dimungkinkan sebab komponen
pakan cacing adalah limbah organik. Meskipun nilai gizi cacing tanah terlalu
tinggi untuk dimanfaatkan bagi pembesaran lele. Cacing tanah lebih cocok untuk
pakan pembesaran ikan yang nilai ekonomisnya juga lebih tinggi dari lele. (R) *
* *
Cara sukses budidaya kentang
Cara sukses budidaya kentang
Cara sukses budidaya kentang – Kentang merupakan tanaman
dikotil yang bersifat semusim dan berbentuk semak/herba. Batangnya yang berada
di atas permukaan tanah ada yang berwarna hijau, kemerah-merahan, atau ungu
tua. Akan tetapi, warna batang ini juga dipengaruhi oleh umur tanaman dan
keadaan lingkungan. Pada kesuburan tanah yang lebih baik atau lebih kering,
biasanya warna batang tanaman yang lebih tua akan lebih menyolok. Bagian bawah
batangnya bisa berkayu. Sedangkan batang tanaman muda tidak berkayu sehingga
tidak terlalu kuat dan mudah roboh.
SYARAT PERTUMBUHAN
Iklim
Curah hujan rata-rata
1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban
80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.
Lama penyinaran yang
diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah 9-10 jam/hari.
Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa perkembangan umbi.
Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C.
Pertumbuhan umbi akan terhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan
lebih dari 30 derajat C.
Kelembaban yang sesuai untuk tanaman kentang adalah 80-90%.
Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan tanaman mudah terserang hama
dan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan.
Media Tanam
Secara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang
adalah yang berstruktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik,
berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam. Sifat fisik tanah yang
baik akan menjamin ketersediaan oksigen di dalam tanah.
Tanah yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang
terbentuk di pegunungan-pegunungan.
Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang
bervariasi antara 5,0-7,0, tergantung varietasnya. Untuk produksi yang baik pH
yang rendah tidak cocok ditanami kentang. Pengapuran mutlak diberikan pada
tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7.
Ketinggian Tempat
Daerah yang cocok
untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah pegunungan, dengan
ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya berkisar antara
1000-1300 m dpl. Beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran menengah
(300-700 m dpl).
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Pembibitan
Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram,
umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran
sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah
tunas + 2 cm, siap ditanam.
Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat),
berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan
tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut
mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan Fungisida.
Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat),
berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa
dan dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut
mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di
dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat
bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada
yang tidak dibelah. Hal tersebut harus diperhitungkan secara ekonomis.
Stek Batang dan stek tunas
Cara ini tidak biasa
dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan tanaman yang
akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek
baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30
cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang
atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.
Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam
30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm
(1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran
pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.
Natural Glio yang
sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu,
ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur
50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).
Teknik Penanaman
Pemupukan Dasar
Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran
kambing sebanyak 15 ton/ha atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan
bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau
diberikan pada lubang tanam.
Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (400 kg/ha),
dan KCl (75 kg/ha). Komposisi Pemupukan An-Organik di tiap-tiap daerah berbeda,
sesuaikan dengan kebutuhan setempat ( spesifik lokasi )
Cara Penanaman
Bibit yang diperlukan jika memakai jarak tanam 70 x 30 cm
adalah 1.300-1.700 kg/ha dengan anggapan umbi bibit berbobot sekitar 30-45
gram.
Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat dan LCB 80 x 40
sedangkan varietas lain 70 x 30 cm.
Waktu tanam yang tepat adalah diakhir musim hujan pada bulan
April-Juni, jika lahan memiliki irigasi yang baik/sumber air kentang dapat
ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam dimusim hujan. Penanaman dilakukan
dipagi/sore hari.
Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 8-10 cm. Bibit
dimasukkan ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar
umbi. Bibit akan tumbuh sekitar 10-14 hst.
Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika kentang
ditanam di dataran medium.
Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman
Untuk mengganti
tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan
setelah tanaman berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit cadangan yang
telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan
cara mencabut tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman
baru pada lubang yang sama.
Penyiangan
Lakukan penyiangan
secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan
pemupukan susulan dan penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan minimal dua kali
selama masa penanaman. Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu
vegetatif awal dan pembentukan umbi.
Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang
yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses
pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara untuk pembentukan umbi
dan pembungaan.
Pemupukan
Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga
sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea
dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha.
Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah sebagai
berikut:
Pupuk kandang: saat tanam 15.000-20.000 kg.
Pupuk anorganik
a. Urea/ZA: 21 hari setelah
tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg.
b. SP-36: saat tanam
400 kg.
c. KCl: 21 hari
setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg.
d. Pupuk cair: 7-10
hari sekali dengan dosis sesuai anjuran.
Pupuk anorganik diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm
dari batang tanaman kentang.
Pengairan
Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air.
Pengairan harus dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pemberian air
yang cukup membantu menstabilkan kelembaban tanah sebagai pelarut pupuk. Selang
waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup untuk tanaman kentang. Pengairan
dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan mengairi selokan
sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).
Hama dan Penyakit pada Kentang
Hama
Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat
menyerang daun dengan memakan bagian epidermis dan jaringan hingga habis
daunnya. Pengendalian: (1) mekanis dengan memangkas daun yang telah ditempeli
telur; (2) kimia dengan Azordin, Diazinon 60 EC, Sumithion 50 EC.
Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun
menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus bagi
tanaman kedelai. Pengendalian: dengan cara memotong dan membakar daun yang
terinfeksi, menyemprotkan Roxion 40 EC, Dicarzol 25 SP.
Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang
umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi
peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: menggunakan tepung Sevin 85 S yang
dicampur dengan pupuk kandang.
Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: pada daun
yang berwarna merah tua dan terlihat adanya jalinan seperti benang yang
berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila
dibelah, akan terlihat adanya lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan.
Pengendalian: secara kimia menggunakan Selecron 500 EC, Ekalux 25 EC, Orthene
&5 SP, Lammnate L.
Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun
terdapat bercak-bercak berwarna putih, selanjutnya berubah menjadi abu-abu
perak dan kemudian mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih
muda. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara memangkas bagian daun yang
terserang; (2) secara kimia menggunakan Basudin 60 EC, Mitac 200 EC, Diazenon,
Bayrusil 25 EC atau Dicarzol 25 SP.
Penyakit
Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur
Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu
dan agak basah, lalu bercak-bercak ini akan berkembang dan warnanya berubah
menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan
sporangium. Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian: menggunakan
Antracol 70 WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP, Velimek 80 WP dan
lain-lain.
Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri
Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu
dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: dengan cara menjaga
sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat menggunkan
bakterisida, Agrimycin atu Agrept 25 WP.
Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur
Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan
kering. Pada bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak
berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk.
Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan
bibit yang baik.
Penyakit fusarium
Penyebab: jamur
Fusarium sp. Gejala: infeksi pada umbi menyebabkan busuk umbi yang menyebabkan
tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan.
Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis.
Pengendalian: dengan menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan
pendangiran. Pengendalian kimia dengan Benlate.
Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur
Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang biak di
daerah kering. Gejala: daun terinfeksi berbercak kecil yang tersebar tidak
teratur, berwarna coklat tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi
berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian:
dengan pergiliran tanaman.
Penyakit karena virus
Virus yang menyerang
adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2)
Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y
(PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA)
menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik
menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat
serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak
menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus
dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan
Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian:
tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian
dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas
dan membakar tanaman sakit, memberantas vektor dan pergiliran tanaman.
Panen
Ciri dan Umur Panen
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari,
tergantung varietas tanaman. Pada varietas kentang genjah, umur panennya 90-120
hari; varietas medium 120-150 hari; dan varietas dalam 150-180 hari.
Cara sukses budidaya kentang
Secara fisik tanaman
kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya telah berwarna kekuning-kuningan
yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna
kekuningan dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen kulit umbi
akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok
dengan jari.
Cara Panen
Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore
hari/pagi hari dan dilakukan pada saat hari cerah. Cara memanen yang baik
adalah sebagai berikut: cangkul tanah disekitar umbi kemudian angkat umbi
dengan hati hati dengan menggunakan garpu tanah. Setelah itu kumpulkan umbi
ditempat yang teduh. Hindari kerusakan mekanis waktu panen.
Prakiraan Produksi
a) Granola/Atlantis: produksi 35-40 ton/ha.
b) Red Pontiac:
produksi 15 ton/ha.
c) Desiree: produksi
18 ton/ha.
d) DTO: produksi 20 ton/ha.
e) Klon no. 17:
produksi 30-40 ton/ha.
f) Klon no. 08:
produksi 25-30 ton/ha.
Pascapanen
Penyortiran dan Pengolongan
Umbi yang baik dan
sehat dipisahkan dengan umbi yang cacat dan terkena penyakit. Kegiatan ini akan
mencegah penularan penyakit kepada umbi yang sehat. Kentang di sortir
berdasarkan ukuran umbi (tergantung varitas).
Penyimpanan
Simpan umbi kentang
dalam rak-rak yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan
dibersihkan dan disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di
tempat yang tertutup dan berventilasi.
Pengemasan dan Pengangkutan
Alat pengemas harus
bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas harus berventilasi dan di
bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan.
Pembersihan
Petani konvensional
hampir tidak pernah membersihkan umbi. Untuk memasarkan kentang di pasar
swalayan/ke luar negeri, kentang harus dibersihkan terlebih dulu. Bersihkan
umbi dari segala kotoran yang menempel dengan lap. Lakukan perlahan-lahan
jangan sampai menimbulkan lecet-lecet. Selain itu umbi dapat dibersihkan dengan
cara dicuci di air mengalir yang tidak terlalu deras kemudian dikeringanginkan.
Umbi yang bersih akan memperpanjang keawetan umbi selain itu juga akan menarik konsumen.
Demikan artikel singkat cara sukses budidaya kentang. Semoga
bermanfaat.
Artikel yang terkait cara sukses budidaya kentang : budidaya
kentang download, budidaya tomat, budidaya cabe, budidaya wortel, budidaya
kentang pdf, budidaya kentang organik, budidaya kentang atlantic, cara sukses
budidaya kentang, budidaya kentang dataran rendah
Posting terkait Cara sukses budidaya kentang
Cara sukses budidaya bawang merah
Cara sukses budidaya bawang merah - Berdasarkan penelitian
di India, allyl propyl yang terkandung dalam bawang merah dapat mempengaruhi
metabolisme gula dalam hati, sehingga dapat ...
Metode lengkap budidaya pisang
Metode lengkap budidaya pisang - Pisang adalah tanaman buah
, sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam
baik dalam skala rumah tangga ...
Cara mudah budidaya kacang tanah
Cara mudah budidaya kacang tanah - Berikut adalah makalah
yang menguraikan secara lengkap tentang cara budidaya tanaman kacang tanah
tersebut buat anda. PENDAHULUAN Produksi komoditi ...
Langkah mudah budidaya ubi jalar
Langkah mudah budidaya ubi jalar - Ubi jalar merupakan salah
satu tanaman umbi-umbian yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai
sumber karbohidrat. Hal itu dapat ...
Info lengkap terkait
Cara sukses budidaya kentang
penjelasan bagian
tubuh lobster beserta gambarnya, artikel porifera dan coelenterata, caramudah
merawat burung kutilang emas, jenis tumbuh tumbuhan paku pakuan beserta gambar,
klasifikasi jamur pada kentang
Langganan:
Postingan (Atom)